Sabtu, 03 Juni 2017

Iklan Persaingan (Competitive Advertising) dan Iklan Perbandingan (Comparative Advertising)

Iklan Persaingan (Competitive Advertising) dan Iklan Perbandingan (Comparative Advertising)
Iklan persaingan (competitive advertising) adalah iklan yang berupaya mengembangkan pilihan pada merek tertentu dengan menyampaikan keunggulan, manfaat, kegunaan atau keuntungan produk dengan merek tersebut atau menyebutkan klaim sebagai yang terbaik, ditunjukkan dengan kata kata yang digunakan seperti kata berawalan ter-, paling, dan nomor satu. Iklan persaingan dapat meyakinkan konsumen karena berusaha mempengaruhi konsumen untuk tertarik pada produk yang ditawarkan. Hampir sebagian besar iklan adalah iklan jenis persuasif (membujuk).
Bila iklan secara terang-terangan menunjukkan kelebihan/keunggulannya dibandingkan dengan merek lain maka iklan ini disebut Comparative Advertising. Iklan komparatif dapat tampil secara langsung atau tidak langsung. Perbandingan langsung berarti memperlihatkan secara langsung dua produk yang diperbandingkan, dengan menyebut merek. Sedangkan komparatif tidak langsung tanpa memperlihatkan atau tanpa menyebut merek dan produknya seperti iklan Yamaha dengan tag-line: “Yamaha selalu terdepan, yang lain ketinggalan.”
kode etik periklanan yang di pakai di banyak negara adalah :
  1. Jujur, bertanggungjawab, dan tidak bertentangan dengan hukum negara.
  2. Sejalan dengan nilai-nilai sosial-budaya masyarakat.
  3. Mendorong persaingan, namun dengan cara-cara yang adil dan sehat (dijiwai persaingan yang sehat).

Pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan
memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak.
Pada pasar persaingan sempurna terdapat persaingan yang ketat karena setiap penjual dalam satu wilayah menjual barang dagangannya yang sifatnya homogen. Harga pada pasar persaingan sempurna relatif sama dengan para pesaing usaha lainnya. Konsumen tentu akan memilih produsen yang dinilai mampu memberikan kepuasan. Adapun hal yang menjadi faktor kepuasan itu adalah tingkat pelayanan dan fasilitas-fasilitas penunjang.
Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :           
1. Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar 
2. Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata      
3. Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain           
4. Jumlah penjual dan pembeli banyak           
5. Posisi tawar konsumen kuat           
6. Penjual bersifat pengambil harga    
7. Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran    

Ada dua etika yang harus di pegang oleh para pelaku pasar agar pasar selalu dalam kondisi ideal dan fairness, yaitu:           

        1. Adanya optimasi manfaat barang oleh pembeli dan penjual. Dapat diartikan sebagai pertemuan antara kebutuhan pembeli dengan penawaran barang oleh penjual. Bertemunya dua hal ini, menjadikan barang yang ditransaksikan membawa manfaat, dan menghilangkan kemubadziran dan kesia-siaan.        

       2. Pasar harus dalam kondisi ekuiblirium. Teori ekonomi mengenal ekuiblirium sebagai titik pertemuan antara demand dan supply. ekuiblirium diartikan sebagai titik pertemuan persamaan hak antara pembeli dan penjual. Hak yang seperti apa Hak pembeli untuk mendapatkan barang dan hak penjual untuk mendapatkan uang yang sepantasnya dari barang yang dijualnya. Dalam konteks hak ini, kewajiban-kewajiban masing-masing pihak harus terpenuhi terlebih dahulu, kewajiban bagi penjual untuk membuat produk yang berkualitas dan bermanfaat dan bagi pembeli untuk membayar uang yang sepantasnya sebagai pengganti harga barang yang dibelinya.    
Etika-etika bisnis harus dipegang dan diaplikasikan secara nyata oleh pelaku pasar. Selain itu, setiap negara telah mempersiapkan SDM yang berkualitas yang siap berkompetisi. Mereka bisa menjalin kemitraan guna meningkatkan jumlah produksi dan memenuhi satu sama lain sehingga konsumen akan tertarik untuk mengkonsumsi produk tersebut.
Iklan telah menjadi harapan bagi sebagian besar produsen yang ingin merek produknya melekat di hati konsumennya. Iklan merupakan cara yang efektif untuk meraih konsumen dalam jumlah besar dan tersebar secara geografis. Di satu pihak iklan dapat dipakai untuk membangun kesan jangka panjang suatu produk/merek dan di pihak lain memicu penjualan yang cepat. Akan tetapi bagaimanapun kerasnya persaingan dalam upaya memenangkan persaingan tersebut maka dalam beriklan harus tetap mendasrkan diri pada persaingan dengan cara yang sehat, cara yang sesuai dengan etika bisnis dan tatakrama periklanan.

ETIKA DALAM PASAR KOMPETITIF

ETIKA DALAM PASAR KOMPETITIF
Persaingan merupakan cermin dari struktur pasar yang sehat. Semakin ketat persaingan menunjukkan jumlah pemain dalam suatu industri semakin besar, yang artinya industri bersangkutan dapat dimasuki beragam pemain. Kompetisi antar pemain memberikan dampak positif dan negatif terhadap perilaku persaingan. Jika sistem pengawasan dan penegakannya terhadap para pemain lemah, maka pada kondisi itulah para pemain berperilaku negatif dengan melakukan manufer-manufer yang dapat melanggar perundangan persaingan yang sehat dan kode etik komunikasi pemasaran.
Strategi kreatif dari sisi internal dalam proses penciptaan komunikasi pemasaran memegang kunci penting dalam keberhasilan suatu produk atau jasa (Jewler dan Drewniany, 2004: 23). Pesan yang diciptakan muncul dalam bentuk verbal dan visual yang menyatu dalam konsep total antara kata-kata dan visual (Russell dan Lane, 2006: 470). Dalam konteks persaingan pasar, berbagai produk—terutama produk konsumsi—bersaing sangat ketat dengan sasaran utama untuk memperoleh pangsa pasar dan pertumbuhan. Dalam desainnya, karakter produk atau jasa harus benar-benar mewujud dalam pesan komunikasi yang diciptakan. Pesan kemudian dikirim kepada target bidik yang karakternya harus bersenyawa dengan karakter produk. Maka dalam hal ini kekuatan pesan sangat ditentukan oleh creative strategy secara terpadu (Altstiel dan Grow, 2006: 19). Iklan dapat menjadi alat persaingan dalam menjual suatu barang atau jasa.

KEPEDULIAN PEMERINTAH TERHADAP KEMISKINAN 2

BAB II
ANALISIS LANDASAN TEORI

2.1      Pengertian Dari Kemiskinan
Pengertian kemiskinan disampaikan oleh beberapa ahli atau lembaga, diantaranya adalah BAPPENAS (1993) mendefisnisikan keimiskinan sebagai situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena kehendak oleh si miskin, melainkan karena keadaan yang tidak dapat dihindari dengan kekuatan yang ada padanya.
Levitan (1980) mengemukakan kemiskinan adalah kekurangan barang-barang dan pelayanan-pelayanan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu standar hidup yang layak. 
Faturchman dan Marcelinus Molo (1994) mendefenisikan bahwa kemiskinan adalah ketidakmampuan individu dan atau rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
Menurut Ellis (1994) kemiskinan merupakan gejala multidimensional yang dapat ditelaah dari dimensi ekonomi, sosial politik.
Menurut Suparlan (1993) kemiskinan didefinisikan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah, yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan.
 Reitsma dan Kleinpenning (1994) mendefisnisikan kemiskinan sebagai ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya, baik yang bersifat material maupun non material.
Friedman (1979) mengemukakan kemiskinan adalah ketidaksamaan kesempatan untuk memformulasikan basis kekuasaan sosial, yang meliptui : asset (tanah, perumahan, peralatan, kesehatan), sumber keuangan (pendapatan dan kredit yang memadai), organisiasi sosial politik yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai kepentingan bersama, jaringan sosial untuk memperoleh pekerjaan, barang atau jasa, pengetahuan dan keterampilan yang memadai, dan informasi yang berguna. Dengan beberapa pengertian tersebut dapat diambil satu poengertian bahwa kemiskinan adalah suatu situasi yang merupakan proses maupun akibat dari adanya ketidakmampuan individu berinteraksi dengan lingkungannya untuk kebutuhan hidupnya.
Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara.  Ada tiga jenis kemiskinan, yaitu :
1.    Kemiskinan relatif.
Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya.
2.    Kemiskinan kultural.
Miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya.
3.    Kemiskinan absolut.
Kemiskinan Absolut adalah sejumlah penduduk yang tidak mampu mendapatkan sumberdaya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Mereka hidup dibawah tingkat pendapatan minimum atau dibawah garis kemiskinan internasional. Menurut  Ginanjar (1997), kemiskinan absolut merupakan :
Kondisi kemiskinan yang terburuk yang diukur dari tingkat kemampuan keluarga untuk membiayai kebutuhan yang paling minimal untuk dapat hidup sesuai dengan martabat hidup sesuai dengan martabat kemanusiaan.

2.2       Penampilan Anggapan

Penyebab Kemiskinan
Setiap permasalahan timbul pasti karna ada faktor yang mengiringinya yang menyebabkan timbulnya sebuah permasalahan, begitu juga dengan masalah kemiskinan yang dihadapi oleh negara indonesia. Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemiskinan menurut
·                     Hartomo dan Aziz dalam Dadan Hudyana (2009:28-29) yaitu :
1).   Pendidikan yang Terlampau Rendah
Tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan seseorang kurang mempunyai keterampilan tertentu yang diperlukan dalam kehidupannya. Keterbatasan pendidikan atau keterampilan yang dimiliki seseorang menyebabkan keterbatasan kemampuan seseorang untuk masuk dalam dunia kerja.
2).   Malas Bekerja
Adanya sikap malas (bersikap pasif atau bersandar pada nasib) menyebabkan seseorang bersikap acuh tak acuh dan tidak bergairah untuk bekerja.
3).   Keterbatasan Sumber Alam
Suatu masyarakat akan dilanda kemiskinan apabila sumber alamnya tidak lagi memberikan keuntungan bagi kehidupan mereka. Hal ini sering dikatakan masyarakat itu miskin karena sumberdaya alamnya miskin.
4).   Terbatasnya Lapangan Kqqerja
Keterbatasan lapangan kerja akan membawa konsekuensi kemiskinan bagi masyarakat. Secara ideal seseorang harus mampu menciptakan lapangan kerja baru sedangkan secara faktual hal tersebut sangat kecil kemungkinanya bagi masyarakat miskin karena keterbatasan modal dan keterampilan.
5).   Keterbatasan Modal
Seseorang miskin sebab mereka tidak mempunyai modal untuk melengkapi alat maupun bahan dalam rangka menerapkan keterampilan yang mereka miliki dengan suatu tujuan untuk memperoleh penghasilan.
6).   Beban Keluarga

Seseorang yang mempunyai anggota keluarga banyak apabila tidak diimbangi dengan usaha peningakatan pendapatan akan menimbulkan kemiskinan karena semakin banyak anggota keluarga akan semakin meningkat tuntutan atau beban untuk hidup yang harus dipenuhi.

KEPEDULIAN PEMERINTAH TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN


1.1             PENEGASAN MENGENAI JUDUL

Masalah kemiskinan merupakan salah satu momok dalam kehidupan baik bagi individu maupun bagi masyarakat dan negara.
kemiskinan harus dituntaskan melalui kebijakan ekonomi pemerintah, di sinilah peranan negara tidak akan pernah dilepaskan. Tanpa peranan negara mustahil kemiskinan bisa dihapus.
Pada umumnya kemiskinan yang menimpa masyarakat disebabkan oleh kekeliruan sistem, dalam hal ini peranan negara. Selama Orde Baru, kebijakan ekonomi pemerintah bertumpu pada pertumbuhan ekonomi bukan pada distribusi ekonomi. Sehingga meskipun berhasil menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerintah gagal mengurangi kesenjangan apalagi menciptakan distribusi ekonomi yang adil.
Pada masa reformasi sekarang, kebijakan ekonomi pemerintah semakin jauh keberpihakannya pada rakyat. Berbagai subisdi yang sangat dibutuhkan rakyat satu persatu mulai dikurangi dan dicabut. Sementara aset-aset negara yang produktif dan menguasai hajat hidup orang banyak, seperti PT Indosat dan PT Semen Gresik dijual kepada asing. Berbagai produk perundang-undangan juga sangat menguntungkan investor asing dan cenderung merugikan rakyat kecil.
Memang kondisi Indonesia sekarang semakin kacau. Korupsi semakin menggurita dan terang-terangan, sementara penegakkan hukum semakin jauh dari harapan. Di sisi lain para pejabat pemerintah dan elit politik lainnya saling sikut dan sibuk memikirkan kedudukan politiknya daripada memperhatikan secara serius bagaimana memperbaiki kehidupan rakyat. Keadaan tersebut menggambarkan para pemimpin kita tidak amanah dan tidak mampu mewujudkan sistem yang menjamin kesejahteraan masyarakat.
Dari kaksus tersebut penulis tertarik mengambil judul “Kepedulian Pemerintah Terhadap Kemiskinan”

1.2     RUMUSAN MASALAH

Seperti yang telah diuraikan pada penegasan mengenai judul di atas, maka penulis mengambil rumusan masalah sebagai berikut :

1.2.1. Apakah definisi dari kemiskinan?
1.2.2. Apakah definisi kemiskinan menurut para ahli?
1.2.3. Apa penyebab kemiskinan?
1.2.4. Apakah dampak yang ditimbulkan dari kemiskinan?
1.2.5. Bagaimana solusi untuk mengatasi kemiskinan?

1.3     Tujuan Penulisan

          Penulisan ini bertujuan untuk :

1.      Memberikan pengetahuan tentang keadaan  kemiskinan  di Indonesia.
2.      Memberikan informasi cara pemerintah memberikan solusi terhadap kemiskinan
3.      Memberikan informasi dampak dari kemiskinan.

1.4     Sistematik

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1   Penegasan Mengenai Judul
1.2   Rumusan Masalah
1.3   Tujuan Penulisan
1.4   Sistematik

BAB II ANALISA LANDASAN TEORI
2.1 Analisis Hasil-Hasil
2.2 Penampilan Anggapan
2.3 Pernyataan Hipotesis
2.4 Hal Yang Diharapkan

BAB III ANALISIS DAN PENETAPAN METODE YANG DIGUNAKAN
3.1 Sample Prosedur Samping
3.2 Metode Dan Prosedur Pengolahan Data
3.3 Metode Dan Prosedurr Penganalisisan Data

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENYAJIAN DATA
4.1 Uraian Secara Singkat
4.2 Penyajian Tabel

BAB V ANALISIS DATA
5.2Analisis Kualitatif
5.3 Analisis Komparatif
5.4 Kesimpulan Analisis

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN
6.1 Kesimpulan

6.2 Saran

STUDI KASUS MANAJEMEN PEMASARAN

1.      Analisis SWOT dalam kasus bisnis properti di Bekasi :
Strengths
Ø  Manajemen yang berpengalaman dan berpengetahuan dalam bidangnya
Ø  Reputasi perusahaan
Ø  Responsif terhadap kondisi pasar. Siap dan adaptasi menghadapi perubahan dari keuntungan produk yang ditawarkan
Weakness
Ø  Harga jual  yang relatif mahal untuk masyarakat negara berkembang
Ø  Biaya periklanan dan promosi, mencari cara pemasaran yang tepat
Ø  Konsumen tidak memiliki banyak pilihan
Opportunities
Ø  Meningkatnya pertumbuhan penduduk yang pesat
Ø  Bisnis properti tersebut banyak diminati oleh penduduk setempat, pendatang, maupun orang jakarta yang pindah ke pinggiran kota.
Threats
Ø  Berkurangnya lahan untuk dibangun perumahan, akibat dari pembangunan yang terus menerus terjadi lah penyempitan lahan.
Ø  Tingkat suku bunga. Menghambat pembelian secara kredit dan meningkatkan biaya bunga modal

2.      A) Menurut saya, baik dan efektif, karena produk yang memberikan fungsi dan maanfaat ganda, konsumen lebih tertarik dengan produk yang memiliki manfaat atau fungsi lebih karena dianggap lebih menguntungkan bagi konsumen yang memakainya.
B) Double benefit positioning akan dianggap over positioning apabila produk yang ditawarkan tidak sama dengan kenyataan, karena ada sebagian konsumen yang percaya dan tidak, tetapi apabila produk tersebut sesuai dengan apa yang di positioningkan maka konsumen yang tadinya tidak percaya akan menjadi percaya karena pengalaman konsumen lainnya yang mendapatkan manfaat yang sesuai dengan apa yang dipositioningkan.  Jika produk yang ditawarkan hanya sekedar strategi pemasaran saja dan benefit yang tidak sesuai dengan kenyataan, hal tersebut akan menjadikan konsumen makin tidak percaya dan terjadilah over positioning.
Jadi kesimpulannya, semua kembali ke produknya, apakah benar yang ditawarkan sesuai atau tidak dengan kenyataannya(yang diberikan produsen ke konsumen).

3.      A) Saya setuju dengan pengeluaran produk yang diberi nama indomie vegan tersebut, karena memperkaya jenis dan inovasi baru yang dilakukan oleh PT. Indofood Sukses Makmur.
B) Menurut saya dapat dilakukan dengan promosi berupa reklame, iklan di media cetak/elektronik dan lain-lain, agar produk tersebut banyak diketahui oleh masyarakat terutama oleh vegetarian, dan juga dilakukannya pemasaran dengan sebagian kecil dipasarkan didalam negeri dan sebagian besar dapat dilakukan dengan cara diimport ke luar negeri, terutama memperbanyak import ke luar negeri dengan negara yang banyak vegetarian didalamnya.

4.      A) menurut saya, saya sangat tidak setuju dengan adanya buzzer system, karena hal tersebut akan membuat konsumen menjadi tidak nyaman. Karena modal utama dari suatu restoran kepada konsumen ialah kenyamanan konsumen dan jika dilihat tamu ialah raja, jadi buzzer system sangat tidak baik jika dilakukan.
      B) meningkatkakan kepuasan konsumen menjadi acuan pertama untuk meningkatkan penjualan. Dengan adanya kepuasan konsumen akan tercipta kenyamanan di hati konsumen, hal tersebut akan berakibat baik terhadap penjualan di restoran, karena jika konsumen yang merasa puas mereka akan balik lagi ke restoran tersebut untuk merasakan hal nyaman yang sama dan dapat menjadi tempat favorit bagi mereka, dan kekuatan promosi yang paling kuat adalah ungkapan rekomendasi dari mulut ke mulut(pembicaraan orang) bahwa mereka merasa puas dan nyaman dengan service yang dilakukan, mengakibatkan banyaknya konsumen  yang datang dan restoran itu rame jadi mendapat keuntungan yang lebih besar dan dapat memperluas penjualan dengan memperluas restoran yang ada (membuka cabang).
     C) tidak menggunakan a buzzer system dan fokus terhadap kenyamanan, kepuasan si pelanggan yang datang.


CONTOH PERUSAHAAN LEASING

LEASING COMPANY

1.      LEASING INDEPENDENT COMPANY
Ø  WOM Finance –Sepeda Motor Baru dan bekas
Ø  SOF ( Summit Oto Finance ) –Sepeda Motor
Ø  FIF ( Federal Internasional Finance ) – Honda
Ø  ADIRA – Motor, Elektronik, Costumer Finance, Costumer Good
Ø  AEON Credit Service – Alat elektronik, Rumah, Furniture, dan lain-lain
Ø  Manunggal Multi Finance/ Oto Multiartha – Mobil dan motor
Ø  Batavia Prosperindo Finance – Kendaraan roda empat
Ø  Consolodated Rail Leasing – Rel Kereta
Ø  BCA Finance – Kendaraan roda dua dan empat
Ø  Orix Indonesia Finance (ORIF) – Alat Berat, Mesin mesin otomotif

2.      CAPTIVE LESSOR
·         BAF (Busan Auto Finance) – Yamaha
·         ACC ( Astra Credit Company) – Honda
·         Indomobil Finance – Suzuki
·         Toyota Astra Finance Services – Toyota
·         Astra Sedaya Finance (ASF) -  Toyota
·         Nissan Financial Services Indonesia (NFSI) – Mobil
·         Swadharma Bhakti Sedaya Finance - Mobil
·         Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL) - alat-alat berat merk Caterpillar
·         Central Java Power (CJP) - Generator produksi dan penjualan listrik
·         Swadharma Bhakti Sedaya Finance - Mobil Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW, Peugeot dan truk Nissal Diesel.

3.      LESSOR BROKER
o   Era – Toko Online
o   Mentari – Voucher Smart Mentari
o   Auto2000 – Mobil
o   AB Sinar Mas Multifinance – Mobil, Motor, dan Alat Berat
o   Andalan Finance – Mobil, Motor, dan Alat otomotif
o   Ray White – Asuransi Rumah
o   Columbia - Elektroknik
o   Colombus – Elektronik dan Furniture



contoh surat lamaran

Jakarta, 06 November 2015
Kepada Yth :
Bag. Pengembangan LEPMA.
Jl.Akses kelapa 2, Cimanggis.
                                               
Perihal : Lamaran Kerja

Dengan Hormat,
Berdasarkan informasi, perihal lowongan pekerjaan di LEPMA. Melalui surat lamaran ini saya ingin mengajukan diri untuk melamar pekerjaan di LEPMA untuk mengisi posisi yang dibutuhkan saat ini. Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama                                       : Veronica Ruth Damayanti
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 12 Oktober 1995
Jenis Kelamin                          : Perempuan
Status Mahasiswa                   : Semester 5, Jurusan Manajemen.
Alamat                                    : Jl. Batu Tumbuh 
Telepon                                   : 085XXXXXXX
Untuk melengkapi beberapa data yang diperlukan sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu pimpinan, saya lampirkan kelengkapan data diri sebagai berikut :
1.      Pas Foto
2.      Foto Copy KRS  dan KTM
3.      Curriculum Vitae
4.      Print out Rangkuman Nilai

Demikian surat lamaran ini, saya ucapkan terimakasih atas perhatian Bapak / Ibu.
Hormat Saya


Veronica Ruth Damayanti

SIMPLE FUTURE TENSE

SIMPLE FUTURE TENSE

Simple future tense adalah suatu bentuk kerja yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu aksi terjadi dimasa depan, secara spontan ataupin terencana. Tenses ini sangat mudah dipahami dan dikenali, selain itu tenses ini juga merupakan salahsatu tense yang sangat sering digunakan dalam tulisan maupun percakapan.

RUMUS

Jenis Kalimat
Rumus
Contoh Simple Future Tense
positif
(+)
S + will + bare infinitive
S + be (am/is/are) going to + bare infinitive
You will win
They are going to come
negatif
(-)
S + will + not + bare infinitive
S + be (am/is/are) + not + going to + bare infinitive
You won’t win
They aren’t going to come
interogatif
(?)
Will + S + bare infinitive
Be (am/is/are) + S + going to + bare infinitive?
Will you win
Are they going to come

Iklan Persaingan (Competitive Advertising) dan Iklan Perbandingan (Comparative Advertising)

Iklan Persaingan (Competitive Advertising) dan Iklan Perbandingan (Comparative Advertising) Iklan persaingan (competitive advertising) adal...